Pontianak, 21 Agustus 2026 – Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Tanjungpura (UNTAN), menyelenggarakan kegiatan pengenalan Program Studi Sosiologi bagi mahasiswa baru pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Aula S1 FISIP UNTAN.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam memperkenalkan lingkungan akademik, karakteristik keilmuan sosiologi, serta gambaran proses pembelajaran yang akan dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal lebih dekat Program Studi Sosiologi dan memahami peran ilmu sosiologi dalam mengkaji berbagai fenomena sosial di masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Bapak Yance Christy, S.Sos. dan Bapak Dr. Viza Juliansah, S.Sos., M.I.R. Keduanya memberikan pengenalan terkait Program Studi Sosiologi sebagai ruang akademik untuk mengembangkan pemahaman kritis terhadap dinamika masyarakat, hubungan sosial, perubahan sosial, serta berbagai persoalan yang berkembang dalam kehidupan sosial.

Melalui pengenalan ini, mahasiswa baru diharapkan memperoleh gambaran mengenai ruang lingkup kajian sosiologi sekaligus memahami pentingnya kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif dalam mempelajari realitas sosial. Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan akademik dan mengenal lebih dekat program studi yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu.

Pengenalan program studi juga menjadi langkah awal dalam membangun kedekatan antara mahasiswa baru dengan lingkungan akademik Sosiologi FISIP UNTAN. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai bidang keilmuan yang dipelajari, mahasiswa diharapkan dapat menjalani proses perkuliahan secara aktif, memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai persoalan sosial, serta mengembangkan kepekaan terhadap realitas masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sosiologi FISIP UNTAN menegaskan komitmennya untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru dan mendorong pengembangan kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami serta menganalisis berbagai dinamika sosial di tingkat lokal maupun global.

Bidang Pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM) Himpunan Mahasiswa Sosiologi kembali mengukuhkan komitmennya dalam mendorong perubahan sosial melalui program MAHIS (Masyarakat Hidup Sehat) yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 2025. Pada tahun ini salah satu fokus kegiatannya adalah pembuatan pelang edukasi sampah yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah yang sulit terurai.

Pembuatan plang ini dilakukan secara mandiri oleh anggota PKM dengan memanfaatkan berbagai bahan sederhana namun fungsional, seperti kayu, cat, kuas, meteran, gergaji, dan pilox. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong, sehingga selain menghasilkan media edukasi, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas antaranggota. Setiap plang dirancang dengan pesan yang mudah dipahami, agar dapat menarik perhatian masyarakat dan memberikan edukasi secara langsung di ruang publik.

Tujuan utama pemasangan pelang ini adalah untuk mengingatkan masyarakat mengenai dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai dapat mencemari air, merusak ekosistem, dan mengganggu kesehatan masyarakat. Dengan adanya plang edukatif tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar dan disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Lokasi pemasangan plang berada di kawasan Sungai Ambawang yang dipilih karena menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi dan rentan terhadap permasalahan sampah. Penancapan plang ini juga dilakukan dalam rangkaian kegiatan Sosio Leadership Training (SLT), sebuah kegiatan tahunan Himpunan Mahasiswa Sosiologi yang berfokus pada pengaderan mahasiswa baru Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

SLT tidak hanya menjadi ajang penguatan karakter dan kepemimpinan bagi mahasiswa baru, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak terjun langsung ke lapangan dan memahami secara nyata berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Pemasangan plang edukasi sampah menjadi salah satu bentuk nyata bahwa mahasiswa dapat berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini PKM berharap plang edukasi tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan dalam wacana akademik, tetapi juga sebagai penggerak nyata dalam menghadirkan solusi dan membangun kesadaran kolektif di masyarakat.

 

 

Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HMS)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura akan menggelar kegiatan bertajuk Socio Dialectic pada Jumat, 26 September 2025. Kegiatan ini akan menjadi ruang diskusi terbuka yang membahas isu aktual terkait “Isi Tuntutan 17+8” yang belakangan ramai diperbincangkan serta memicu demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di berbagai daerah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Kajian Riset Keilmuan (KRK) HMS sebagai bentuk respons kritis terhadap perkembangan sosial-politik yang sedang hangat. Melalui forum diskusi ini, mahasiswa sosiologi berharap dapat memberikan analisis yang lebih mendalam dengan menggunakan perspektif ilmu sosial, sekaligus memperluas pemahaman peserta mengenai dampak sosial dari isu yang berkembang.

Dalam diskusi ini, peserta tidak hanya diajak melihat permasalahan dari kacamata mahasiswa semata, tetapi juga bagaimana masyarakat luas merespons dinamika tersebut. Pendekatan sosiologi diharapkan dapat membuka wawasan mengenai relasi kuasa, peran gerakan sosial, hingga konsekuensi sosial-politik yang mungkin muncul dari tuntutan yang sedang diperjuangkan.

Selain itu, kegiatan Socio Dialectic juga menjadi salah satu bentuk komitmen HMS untuk terus menghadirkan program kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat. Melalui Bidang Kajian Riset Keilmuan, HMS berusaha memperkuat budaya literasi, analisis kritis, dan kemampuan argumentasi mahasiswa sosiologi agar dapat berkontribusi nyata dalam ruang publik.

Dengan mengangkat isu Isi Tuntutan 17+8, diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan refleksi kritis, gagasan segar, serta alternatif solusi dari perspektif mahasiswa sosiologi. Kehadiran forum seperti ini menjadi penting agar gerakan mahasiswa tidak hanya hadir dalam bentuk aksi jalanan, tetapi juga dalam bentuk pemikiran yang konstruktif dan berbasis kajian ilmiah.

Melalui Socio Dialectic, HMS menegaskan perannya sebagai motor intelektual yang berupaya menjembatani isu-isu aktual dengan kajian keilmuan, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih peka, kritis, dan solutif terhadap berbagai dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.

 

Komunitas Bacaan Analisis Kritis Sosiologi (BAKSO), yang berada di bawah naungan Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Tanjungpura, kembali menggelar agenda rutin mereka. Pada Senin, 22 September 2025, komunitas ini menyelenggarakan kegiatan “Ngobrol Buku Bareng” yang berlangsung hangat di Namaku Coffee, salah satu kedai kopi yang menjadi ruang berkumpul anak muda Pontianak.

Acara ini mengusung konsep sederhana namun sarat makna. Setiap peserta diwajibkan membawa buku bacaan masing-masing, sehingga suasana menjadi lebih beragam dengan hadirnya berbagai genre dan topik yang berbeda. Setelah membaca buku secara bersama-sama, peserta diberikan kesempatan untuk membagikan isi bacaan mereka. Dengan cara ini, setiap individu tidak hanya menikmati buku yang mereka bawa, tetapi juga memperoleh wawasan dari bacaan yang dibagikan oleh teman lainnya.

Selain membaca dan berbagi, kegiatan ini juga diselingi dengan berbagai permainan seru yang membuat suasana semakin cair. Games tersebut dirancang untuk mempererat kebersamaan, sekaligus melatih kerjasama di antara anggota komunitas. Hal ini membuat kegiatan “Ngobrol Buku Bareng” tidak hanya bersifat serius, tetapi juga menyenangkan dan penuh interaksi.

Manfaat yang dirasakan para peserta tidak hanya sebatas menambah wawasan dari bacaan yang beragam, tetapi juga memperluas relasi dan jaringan pertemanan. Dengan bergabung dalam kegiatan seperti ini, mahasiswa sosiologi bisa saling bertukar pikiran, menjalin hubungan baru, sekaligus menguatkan solidaritas di antara mereka.

Salah satu peserta mengaku merasa lebih percaya diri setelah mengikuti kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa sebelumnya ia cukup canggung untuk berbicara di depan umum, tetapi suasana yang akrab dan suportif membuatnya berani mengungkapkan isi pikirannya. Bagi dirinya, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk kegiatan akademik maupun organisasi di kampus.

Kegiatan ini berhasil menciptakan atmosfer intelektual yang santai namun bermakna. Perpaduan antara membaca, berdiskusi, dan bermain game menjadi formula unik yang membedakan komunitas BAKSO dari sekadar kelompok baca biasa. Mereka menekankan bahwa membaca tidak harus dilakukan sendiri, melainkan bisa menjadi ruang kebersamaan yang produktif.

Dengan suksesnya agenda ini, Komunitas BAKSO berencana akan terus mengadakan kegiatan serupa secara berkala. Harapannya, semakin banyak mahasiswa yang ikut serta sehingga budaya membaca dan berpikir kritis dapat semakin berkembang di lingkungan kampus FISIP Untan maupun di luar kampus.

Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (FISIP Untan). Salah satu mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2019, Dipo Arrahman, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan membawa pulang gelar juara pada ajang Futsal CFA International yang digelar di China.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sosiologi tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi luar biasa di bidang olahraga. Dipo bersama timnya berhasil mengharumkan nama Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa dirinya sebagai generasi muda yang berdaya saing global.

Ajang FUTSAL CFA Internasional sendiri merupakan turnamen bergengsi yang diikuti berbagai tim futsal dari mancanegara. Persaingan yang ketat tidak menyurutkan langkah Dipo dan timnya untuk tampil maksimal. Keuletan, ketekunan, dan dedikasi dalam berlatih terbukti membawa hasil yang manis ketika mereka berhasil keluar sebagai juara.

Keberhasilan Dipo ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa prestasi tidak hanya dibatasi di ruang kelas, melainkan bisa diperoleh dari berbagai bidang minat dan bakat. Sejalan dengan semangat kampus merdeka, pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Untan memiliki kesempatan luas untuk berkembang di ranah akademik maupun non-akademik.

Program Studi Sosiologi FISIP Untan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Dipo. Prestasi ini menjadi cermin bahwa mahasiswa sosiologi memiliki potensi multidimensi yang perlu terus didukung dan difasilitasi. Diharapkan, capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan berkarya dalam bidang masing-masing.

Dengan hadirnya mahasiswa yang berprestasi di panggung dunia, semakin jelas bahwa kualitas mahasiswa FISIP Untan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Ucapan selamat dan sukses juga disampaikan oleh segenap civitas akademika Sosiologi FISIP Untan kepada Dipo Arrahman. Semoga pencapaian ini tidak hanya menjadi akhir, tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang menuju prestasi-prestasi berikutnya, baik di bidang olahraga maupun bidang kehidupan lainnya.

Kemenangan di ajang internasional ini merupakan langkah besar dalam perjalanan karier Dipo. Lebih dari sekadar trofi, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat, ketekunan, dan keyakinan dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Semoga pencapaian ini menjadi pemicu semangat baru bagi mahasiswa Untan lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa.